Kamis, 01 November 2012

Salah Satu Penyakit Mematikan


Kanker Darah (Leukimia)
Leukemia adalah jenis kanker yang mempengaruhi sumsum tulang dan jaringan getah bening. Semua kanker bermula di sel, yang membuat darah dan jaringan lainnya. Biasanya, sel-sel akan tumbuh dan membelah diri untuk membentuk sel-sel baru yang dibutuhkan tubuh. Saat sel-sel semakin tua, sel-sel tersebut akan mati dan sel-sel baru akan menggantikannya.
Penyebabnya
Penelitian menemukan bahwa orang yang terpapar radiasi sangat tinggi dan zat kimia industri (misalnya benzena dan formaldehida) memiliki tingkat risiko leukemia yang lebih besar.
Selain itu, pasien yang dirawat dengan obat-obatan anti-kanker (seperti bahan-bahan alkilasi) terkadang terkena leukemia beberapa tahun mendatang. Dan pasien yang terkena virus leukemia sel-T manusia (HTLV-I/Human T-cell leukemia virus-I) juga rentan terhadap penyakit ini. Faktor-faktor risiko lainnya termasuk orang dengan genetika tertentu (misalnya sindroma Down) atau kelainan darah tertentu (seperti sindroma myelodysplastic).
Gejala yang Mungkin Dirasakan
       Demam atau keringat malam
       Infeksi yang sering terjadi
       Merasa lemah atau letih
       Sakit kepala
       Mudah berdarah dan lebam (gusi berdarah, bercak keunguan di kulit, atau bintik-bintik merah kecil di bawah kulit)
       Nyeri di tulang atau persendian
       Pembengkakan atau rasa tidak nyaman di perut (akibat pembesaran limpa)
       Pembengkakan, terutama di leher atau ketiak
       Kehilangan berat badan
Diagnose
       Pemeriksaan fisik – dokter akan memeriksa pembengkakan di kelenjar getah bening, limfa, limpa dan hati.
       Tes darah – laboratorium akan memeriksa jumlah sel-sel darah. Leukemia menyebabkan jumlah sel-sel darah putih meningkat sangat tinggi, dan jumlah trombosit dan hemoglobin dalam sel-sel darah merah menurun. Pemeriksaan laboratorium juga akan meneliti darah untuk mencari ada tidaknya tanda-tanda kelainan pada hati dan/atau ginjal.
       Biopsi – dokter akan mengangkat sumsum tulang dari tulang pinggul atau tulang besar lainnya. Ahli patologi kemudian akan memeriksa sampel di bawah mikroskop, untuk mencari sel-sel kanker. Cara ini disebut biopsi, yang merupakan cara terbaik untuk mengetahui apakah ada sel-sel leukemia di dalam sumsum tulang.
       Sitogenetik – laboratorium akan memeriksa kromosom sel dari sampel darah tepi, sumsum tulang, atau kelenjar getah bening.
       Processus Spinosus – dengan menggunakan jarum yang panjang dan tipis, dokter perlahan-lahan akan mengambil cairan cerebrospinal (cairan yang mengisi ruang di otak dan sumsum tulang belakang). Prosedur ini berlangsung sekitar 30 menit dan dilakukan dengan anestesi lokal. Pasien harus berbaring selama beberapa jam setelahnya, agar tidak pusing. Laboratorium akan memeriksa cairan apakah ada sel-sel leukemia atau tanda-tanda penyakit lainnya.
       Sinar X pada dada – sinar X ini dapat menguak tanda-tanda penyakit di dada.
Cara Pencegahan
Kemoterapi
Sebagian besar pasien leukemia menjalani kemoterapi. Jenis pengobatan kanker ini menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel leukemia. Tergantung pada jenis leukemia, pasien bisa mendapatkan satu jenis obat atau kombinasi dari dua obat atau lebih.
Terapi Biologi
Orang dengan jenis penyakit leukemia tertentu menjalani terapi biologi untuk meningkatkan daya tahan alami tubuh terhadap kanker. Terapi ini diberikan melalui suntikan di dalam pembuluh darah balik.
Bagi pasien dengan leukemia limfositik kronis, jenis terapi biologi yang digunakan adalah antibodi monoklonal yang akan mengikatkan diri pada sel-sel leukemia. Terapi ini memungkinkan sistem kekebalan untuk membunuh sel-sel leukemia di dalam darah dan sumsum tulang. Bagi penderita dengan leukemia myeloid kronis, terapi biologi yang digunakan adalah bahan alami bernama interferon untuk memperlambat pertumbuhan sel-sel leukemia.
Terapi Radiasi    
Terapi Radiasi (juga disebut sebagai radioterapi) menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel leukemia. Bagi sebagian besar pasien, sebuah mesin yang besar akan mengarahkan radiasi pada limpa, otak, atau bagian lain dalam tubuh tempat menumpuknya sel-sel leukemia ini. Beberapa pasien mendapatkan radiasi yang diarahkan ke seluruh tubuh. (Iradiasi seluruh tubuh biasanya diberikan sebelum transplantasi sumsum tulang.)
Transplantasi Sel Induk (Sys
tem Cell)
Beberapa pasien leukemia menjalani transplantasi sel induk (stem cell). Transplantasi sel induk memungkinkan pasien diobati dengan dosis obat yang tinggi, radiasi, atau keduanya. Dosis tinggi ini akan menghancurkan sel-sel leukemia sekaligus sel-sel darah normal dalam sumsum tulang. Kemudian, pasien akan mendapatkan sel-sel induk (stem cell) yang sehat melalui tabung fleksibel yang dipasang di pembuluh darah balik besar di daerah dada atau leher. Sel-sel darah yang baru akan tumbuh dari sel-sel induk (stem cell) hasil transplantasi ini.
Setelah transplantasi sel induk (stem cell), pasien biasanya harus menginap di rumah sakit selama beberapa minggu. Tim kesehatan akan melindungi pasien dari infeksi sampai sel-sel induk (stem cell) hasil transplantasi mulai menghasilkan sel-sel darah putih dalam jumlah yang memadai.

Memulai Menjalankan Usaha

1.            Melakukan Riset, sebelum kita memulai usaha sebaiknya kita melakukan riset untuk mengetahui hambatan/risiko yang mungkin akan terjadi dalam usaha yang kita jalani. Karena setelah kita mengamati apa-apa yang mungkin akan terjadi kita akan menyiapkan strategi atau kekuatan yang matang, misalnya saja banyak usaha yang semakin banyak macamnya dan persaingan yang begitu ketat. Seperti kita akan memulai usaha jangan mengikuti perkembangan yang sekarang ada, tapi buatlah suatu usaha yang dapat menarik pelanggan dengan cepat tanpa mengikuti perkembangan zaman. Karena persaingan dunia usaha sekarang ini sangat pesat, sehingga pelanggan akan tertarik dengan sesuatu yang beda dari yang lain.
2.           Bersikap Bijak dalam Menanggulangi Resiko, imbangilah resiko yang mungkin akan menimpa usaha anda dengan modal yang akan anda keluarkan. Jangan mengmbil modal yang besar tanpa memikirkan apa saja resiko yang akan dialami, karena itu akan berdampak besar terhadap kemajuan usaha anda.
3.           Keteguhan Hati dan Kreativitas, bisnis akan berjalan dengan lancar apabila kita teguh dengan hati kita bahwa semuanya akan baik-baik saja. Kreativitas akan membangun citra kemajuan usaha yang baik, karena semua ide tertuang didalamnya.
4.           Cari Informasi Mengenai Usaha, untuk lebih cepat menanggulangi resiko/hambatan yang mungkin akan terjadi, cobalah cari informasi mengenai usaha yang aka dijalankan. Karena kita akan tahu kelebihan dan kelemahan yang terjadi, sehingga membuat kita semakin optimis untuk dapat lebih maju.
5.           Amati Kebutuhan Konsumen, lihatlah apa yang sekarang ini konsumen butuhkan. Kebutuhan yang sangat diperlukan oleh konsumen akan menjadi patokan utama dalam proses pembelian sehingga membuka kesempatan untuk kita mendapat keuntungan atau usaha yang lancer.\
6.           Usahakan resiko tidak menjadi one for all, yang artinya hanya karena satu kesalahan saja bisa menjadi gagal dalam semua bidang. Jadikan salah satunya menjadi tiang yang roboh dan dapat kita bangun lagi dengan yang baru asal pondasinya yang kuat.
7.           Jangan melakukan usah yang dapat melanggar norma agama dan ketentuan hukum. Karena dengan kejadian tersebut usaha kita tidak akan berkembang pesat/maju yang ada usaha yang dijalankan akan mengalami gulung tikar.
8.           Pilihlah usaha yang anda akan bangun sesuai dengan skill dan minat. Dengan minat & skill yang dimiliki setidaknya kita mempunyai suatu pengalaman atau kreativitas yang datang dalam diri kita sendiri sehingga apa yang akan dilaksanakan dapat tertuang di dalamnya.
9.           Imbangi modal dengan usaha yang akan dijalankan. Jangan mengambil modal yang lebih dari kebutuhan usaha anda.
10.         Yang terpenting optimis, berani, berpikir ke depan J

Good luck yah kawan semoga dengan cara-cara diatas teman semua bisa sukses dalam berbisnis. Dan jangan lupa beritahu saya usaha yang akan teman jalankan supaya kita bisa join J

Senin, 29 Oktober 2012

Bahaya Merokok Untuk Pelajar

Hello guys, kali ini saya mau berbagi sedikit pengetahuan mengenai bahaya merokok. So pasti diantara kalian ada yang pernah merokok, apalagi kalangan laki-laki. Emang kalian gak sayang sama uang yang dikasih sama orang tua kalian?? Mungkin kalian udah punya penghasilan sendiri buat belinya?? Atau masih minta sama ortu bilangnya buat apaan eh ternyata buat beli sesuatu yang membahayakan diri kalian sendiri.
Emang rokok sekarang gak bisa dihindari begitu saja apalagi sekarang banyak macemnya, terutama bagi pecandu berat. Buat kalian perokok aktif kasian gak sama orang yang di sekeliling kalian yang terkena asap dari rokok tersebut?? Meskipun mereka gak merokok tapi mereka juga terkena dampaknya dari asap yang dikeluarkan oleh kalian lho, mereka menjadi perokok pasif. Malahan perokok pasif lebih merasakan dampak negatifnya dari rokok kalian.
Di bawah ini beberapa bahaya rokok yang bakal dialami oleh perokok aktif :
1.  Menghancurkan organ-organ tubuh
2.  Timbulnya penyakit kanker (darah, otak, kulit)
3.  Terjangkitnya penyakit jantung
4.  Paru-paru berlubang
5.  Penyakit ginjal, karena ginjal tidak berfungsi
6.  Kulit kurang darah dan kurang oksigen karena terlalu banyak mengkonsumsi nikotin
7.  Wajah agak pucat
8.  Penyumbatan pembuluh nadi (serangan jantung)
9.  Penyumbatan pembuluh nadi otak (stroke)
10. Asap rokok dapat merangsang batuk
11. Asap rokok melumpuhkan peralatan pembersih pada saluran napas yang menyebabkan napas sesak
12. Penyempitan saluran napas yang menetap dengan gejala sesak napas
13. Memperbesar tingkat penyempitan / pengerasan pembuluh darah
14. Terjadinya gangguan fungsi paru-paru secara potensial
15. Menyebabkan produksi lendir pada saluran napas berlebihan setelah kurang lebih 15 tahun merokok

Nah itu guys bahayanya mengkonsumsi rokok, apakah kalian masih mau dekat-dekat dengan rokok?? Kalo gitu kalian yang punya pacar gak kasian sama pacarnya kalo kalian tuh pacarnya jadi perokok pasif yang mempunyai dampak lebih besar dari kalian?? Sayang gak sama pacarnya, kalo kalian emang bener sayang lebih mending pilih pacar/rokok??
Tinggal kalian pilih sendiri buat masa depan kalian aja yah, takutnya masih muda udah ke serang penyakit yang aneh-aneh!!


Senin, 08 Oktober 2012

Andaikan Kau Tahu

Satnight kali ini gak ada yang istimewa buat gue, setiap satnight pasti kayak gini jalan ceritanya. Maklum sih gue kan jomblo, he.. Gak tahu kenapa akhir-akhir ini gue terinspirasi buat punya pacar, tapi gue masih takut buat disakiti.
Oooh iyah gue lupa ngenalin nama gue ke kalian. Kenalin yah nama gue Yasmine, gue masih duduk di kelas 3 SMP. Kata temen-temen gue sih remaja seumuran gue itu udah waktunya punya pacar, tapi belum satupun yang bisa masuk ke hati gue.
Eit, terlalu lama nyeritanya gue hamper lupa siap-siap ke sekolah. Hari ini hari Senin paling malas buat gue buat berdiri panas-panasan. Tapi rasa patriotisme & nasionalisme gue masih ada dalam diri gue. Terkadang gue sadar betapa besar perjuangan pahlwan yang udah membela tanah air ini dengan susah payah.
*
Ketika sampai di sekolah, temen-temen gue udah siap-siap di gerbang depan nungguin ketua genknya dateng. “We are beautiful” itu nama genk gue, yang beranggotakan Adeline (si smartgirl), Caroline (si pelupa), Angel (si omet), gue (si geje).
“tumben lo dateng pagi, biasanya lo dateng kan pas gerbang mau ditutup?!” Angel nyindir ke gue.
“eeh emang gue bakal selamanya kayak gitu?? Enggaklah gue sadar kalo peraturan itu buat dipatuhi bukan buat dilanggar!” balas gue.
“waaaah seorang geje bisa berubah, bakal turun hujan angin nih! Haha, just kidding je, :p” ejek dia lagi.
“udahlah jangan bahas itu soalnya gak penting buat kita!!” adeline memotong pembicaraan.
Akhirnya kita jalan ke kelas buat siap-siap upacara bendera. Tapi, saking semangatnya gue ke sekolah buat ngawalin hari gue lupa kalo sepatu yang gue pake kemarin hari Sabtukan udah jebol bwahnya. Pas gue jalan ditengah lapang gerak gerik gue mulai berbeda, dan sialnya lagi Adeline, Caroline, dan Angel, udah jalan duluan di depan.
“hey, tunggu gue!!” teriak gue.
Caroline menoleh dan merasa heran “kenapa kamu je? Lupa bawa topi?? Aku bawa 2 kok ada satu lagi di loker!” jawab dia.
Sedangkan Angel dan Adeline lari ke kelas mereka lupa dandan.
“enggak, sini sebentar!!” teriak aku ke Caroline.
“apa sih?? Lo TB??” balas Caroline sambil menghampiri gue.
“gue lupa, sepatu yang gue pake itu jebol bawahnya, gue takut kalo nanti alasnya jatuh!! Mau ditaruh dimana muka gue kalo kejadian seperti itu, gue bawa sepatu 2 tapi takut kena point kalo gue pake yang satu lagi.” Jelas gue ke Caroline.
Dia tertawa terbahak-bahak mendengarnya, karena suara tawanya yang begitu keras semua siswa di sekolah gue meperhatikan gue yang kaku buat jalan dan Caroline yang tertawa begitu keras.
“aaaah lo, malah ketawa gue malu tahu, gue jalan kayak gini tuh kayak orang yang baru jatuh kecelakaan!!” jelas gue.
“hahahaha, aku punya ide je, kamu pura-pura aja kecelakaan kemarin pulang dari kampung halaman kamu!!” saran dia.
“bego lo, gue kalo pulkam suka naik mobil itu alasannya terlalu konyol mrs. Yellow!!” balas gue.
“ooh iyah yah, hehe J” begonya Caroline.
Butuh beberapa menit buat nyampe di kelas, karena jalan gue yang kayak kura-kura. Tapi gue butuh waktu yang lama buat ngelupain hal yang kayak gini. Rasa malu, tegang, semuanya ada di otak gue.
Sampenya di kelas Angel udah ada di antara 2 pintu.
“kemana aja lo berdua?? Lama banget!! Eeeh kenapa lo je?? Kayak robot lo, hahaha” ejek dia lagi.
“mau tahu lo cerita dia??” sela Caroline.
“eeh gimana-gimana??” rasa ingin tahu Angel membuat aku kesal.
Karena aku kesal sama kejadian seperti itu, aku mulai putus asa buat berubah karena baru aja mau mulai jadi lebih baik, eeeh malah dapet musibah.
Terdengar dari dalam Angel dan Caroline tertawa terbahak bahak yang disusul dengan adeline yang menanyakan apa yang sedang ditertawakan kepada Angel dan Caroline.
*
Kriiiing….kring….kring….
Bel upacara berdering, aku terkaget dan stress memikirkan bagaimana aku harus sampai ke lapangan upacara dengan selamat. Sedangkan aku harus turun tangga dan berjalan jauh ke lapangan, belum lagi di sana aku harus bergeser-geser.
“panggilan kepada Yasmine ditunggu di lapangan upacara untuk menjadi petugas upacara hari ini” suara dari speaker terdengar begitu nyaring memanggil nama aku.
“tidaaaaaaak, aku harus menjadi petugas upacara dengan keadaan seperti ini??? Waaah bakalan banjir keringat dingin kalo gini!!” ucap aku.
“je, lo mau upacara gak?? Gue mau duluan yah sama temen-temen!!” teriak Angel.
“gak tahu met, gue masih bingung! Ya udah kalian duluan aja ntar gue nyusul ke bawah!!” balas aku.
“trus lo gimana je?? Mau upacara gak??” Tanya dia.
“taulah gue bingung met” keluh aku.
“ya udah gue sama Adeline, Caroline di sini sama lo! Nanti kalo ada yang nanya bilang lo lagi sakit.” Ujar Angel.
“gak usah met, kalian upacara aja nanti malah dipanggil ke BP lagi, gue gak mau.” Kata gue.
Mereka bertiga meninggalkan aku sendiri di kelas. Gak lama kemudian ada seseorang yang membuka pintu. Aku mulai takut, takut penjaga sekolah yang mau ngecek siswa.
“ini cepat pakai sepatu aku, sekarang kamu ditunggu di lapang upacara buat jadi petugas” seorang laki-laki misterius.
“kamu siapa?? Kok kamu tahu sepatu aku jebol?? Aku gak mau nerima kayak gitu aja, aku gak kenal kamu!” balas aku.
“aku Azka anak baru di sekolah ini, tadi aku dengar percakapan teman-teman kamu, sekarang kamu pakai sepatu ini dan cepat lari ke lapang!!” jawab dia tegas.
“oooh, terus kamu pakai sepatu yang mana kalo aku pinjam sepatu kamu?? Nanti kamu kena point lagi kalo gak pakai sepatu. Aturan di sekolah ini ketat banget, kamu jangan berbuat sesuatu yang bikin kamu di DO! Kamu harus banyak tah tentang sekolah ini.” Kata gue ke dia.
“kamu jangan bicara, mau dipakai gak ini sepatu??” sentak dia.
Aku pun memakai sepatu dia dan lupa berterima kasih karena setalah aku selesai memakai sepatunya aku lari ke bawah. Terlihat dari jendela dia menggelengkan kepalanya.
Setelah di lapang upacara aku disuruh membacakan Undang-undang karena Rara yang biasanya membacakan sedang sakit. Terpaksa deh mau gak mau harus mau!!
*
Selesai upacara, teman-teman dateng deketin gue.
“eeh lo, kok bisa jadi pembaca Undang-undang sedangkan sepatu lo kan bawahnya jebol??” kata Angel.
“gue kan orangnya baik, jadi Tuhan ngirim gue malaikat penolong, hahaha” jawab aku ke Angel.
“malaikat?? Siapa je??” Tanya Caroline.
“ada deh, kalian pasti gak nyangka kalo gue kasih tahu ke lo siapa dia.” Jelas aku.
Terlihat dari jauh laki-laki yang meminjamkan sepatu ke aku sedang jalan seakan menghampiri aku.
“tuh liat malaikat gue lagi dateng ke sini!!” bisik aku ke Adeline, Angel, dan Caroline.
“waaaah,  siapa dia je?? Cakep banget, kamu sekarang udah punya cowo??” kata Angel.
“sekarang buka sepatu aku, karena kamu udah selesai menjalakan tugas kamu di sekolah ini. Aku mau pakai sepatu itu!!!” kata laki-laki itu.
“idiih lo laki kok galak banget sih?! Gak ada halus-halusnya sama cewek” Angel menyela perkataan Azka.
Dia hanya terdiam melihat aku membuka sepatunya.
“ini, makasih yah udah mau minjemin gue sepatu.” Sambil ngasih sepatunya gue gak henti-henti melihat gerak gerik dia.
“lain kali kalo mau kemana-mana cek lagi pakaian yang kamu gunakan, jangan sampai baju cucian kamu pakai!! Malu-maluin sekolah di SMP yang berstandar pelupa!!” ketus dia.
Aku hanya mengangguk mendengar dia berbicara, sedangkan temen-teman hanya diam.
*
Ketika pelajaran matematika, aku gak konsen karena terfikirkan dia. Rumus matematika pun gak masuk-masuk, aku takut ditanya sama guru kalo aku daritadi bengong saja.
“Yasmine! Tolong kerjakan no 5 dengan rumus yang telah ibu ajarkan minggu kemarin!!” perintah bu Ayu.
Tuuuh kan gue kena lagi hari ini.
Sambil gugup aku berjalan ke papan tulis buat ngerjain soal itu. Keringat mulai bercucuran di dahi. Waaaah serasa ada di gurun pasir, panas banget niiih L.
Akhirnya aku mulai teringat dengan rumus itu, karena aku termotivasi kalo aku bisa ngerjain soal itu aku bisa mendapatkan Azka, walau hanya dalam bayangan tapi aku seneng banget.
“ya betul, sekarang kamu duduk!” perintah bu Ayu.
Huuuuuh, lega juga ini perasaan aku. Akhirnya jawabannya benar!!
“gile lo je, bisa ngerjain soal kayak gitu! Caroline aja daritadi gak nemu hasilnya, dapet darimana lo jawabannya??” bisik Angel.
“gak tau met, gue lagi semangat aja setelah gue kenal Azka.” Jawab aku.
“Azka?? Malaikat lo??” Tanya Omet.
“iaaa, emang kenapa?? Dia sebenernya baik, Cuma dingin doank!!” jelas aku.
*
Aku dan Adeline makan di kantin sedangkan Angel dan Caroline gak istirahat, mereka lagi diet.
“eh, boleh gak aku diajarin matematika sama kamu??” seseorang menghampiri aku dan Adeline.
“kamu bicara sama siapa??” Tanya aku.
“sama kamu Yasmine Zuandika.” Jawab Azka.
Aku kaget, mendengar dia bilang gitu, gak nyangka juga cowo yang dingin kayak dia minta diajarin matematika sama aku. Padahal aku lihat dia bisa lebih jago matematikanya ditimbang sama aku.
“kamu gak keberatankan?? Lumayanlah nambah pengalaman buat kamu ngajarin aku, kan jadi orang gak boleh pelit.” Azka duduk di kursi meja aku.
“ya emangnya aku jago matematika gitu?? Aku kira kamu tuh jago banget matematikanya.” Jelas aku.
“tadi aku lihat kamu ngerjain soal matematika yang menurut siswa itu susah, tapi kamu mampu buat nyari jawabannya. Dulu aku mungkin paling jago matematika tapi sekarang engga, aku udah lupa sama rumus-rumusnya.” Jelas dia lagi.
“ya bisa, tapi gimana nanti aja yah. Kalo aku ada waktu luang. Sekarang aku mau ke kelas dulu.” Jawab aku sambil lari menarik tangan Adeline.
*
Pulang sekolah hari ini harus naik angkot, soalnya mobil yang jemput aku bocor. Tapi tak apalah kalo pulangnya bareng temen-temen.
“eeh je, aku ada kumpulan organisasi sama Adeline, Angel juga. Kamu gak apa-apa kan kalo pulang sendiri??” teriak Caroline.
“iya gapapa kok line, aku udah pernah kok” kata aku.
*
Ketika aku berjalan ke halte, ada seseorang yang mendekati aku dari belakang, aku takut kalo orang itu orang jahat. Aku siap-siap buat berlari, tetapi dia berteriak.
“jangan takut, aku Azka!!” ternyata yang di belakangku Azka.
Aku menoleh ke belakang, dan merasa heran kenapa disetiap aku kesusahan dia selalu ada. Padahal dia baru saja sekolah di sekolah aku.
“ooh kamu, aku kira orang jahat, maaf yah!?” pinta aku.
“kamu mau pulang sama siapa?” Tanya dia.
“sendiri, kamu??” aku menyakan balik ke dia.
“aku juga sendiri, mau bareng gak?? Tapi jalan kaki saja supaya badan sehat!” ajak dia.
“kenapa jalan kaki?? Kamu gak bawa uang?? Aku yang bayarin aja!” tawar aku ke dia.
“engga kok, uang jajan aku masih ada, tapi aku lebih suka jalan kaki.” Jawab dia.
Ya sudahlah aku terima ajakan dia, meskipun sebenarnya aku malas buat jalan kaki. Diperjalanan dia hanya diam, so aku juga ikut diam sambil mnyusuri jalan yang sedang aku lalui. Aku juga gak tahu dimana dia tinggal, kok bisa dia jalan yang sama ke arah rumah aku. Kalo emang dia tetangga aku, kok gak pernah aku lihat sebelumnya.
“rumah kamu dimana?” tanyaku sambil membuka pembicaraan.
Sedikit agak lama dia tidak menjawab pertanyaan aku, fikirku dia tidak mendengar kata-kataku itu. Tapi gak lama dari itu dia menoleh sambil tersenyum.
“aku tinggal di Perum Permata Bunda,” jawab dia singkat.
Dalam hati, aku heran mengapa dia jalan ke arah rumah aku sedangkan rumah dia ada di Perum Permata Bunda.
“kok kamu jalan ke sini? Kan rumah kamu setelah keluar gerbang depan sekolah harusnya belok kanan?” tanyaku ingi tahu.
“emang gak boleh kalo aku jalan sini? Lagian aku kan mau diajarin matematika sama kamu.” Sambil garuk-garuk kepala.
Aku hanya tersenyum mendengar jawaban dari dia, tanpa aku sadari ternyata rumah aku sudah dekat.
*
“kamu mau minum apa?” Tanya aku sambil menawarkan minuman.
“air putih aja, tapi jangan yang dingin.” Jawab dia.
Hah, permintaan dia sangat gampang, jadi aku gak usah buat yang macem-macem gak kayak temen-temen aku yang lain.
“ooh, iya tunggu sebentar yah” sambil menuju ke dapur yang begitu minimalis.
*
Selesai mengajarkan dia tentang materi matematika, dia pamit buat pulang. Tapi sebelum dia pulang dia minum obat dulu tanpa sepengetahuan aku. Aku tahu dari bibi yang menanyakan sesuatu tentang dia.
“yasmine, makasih yah udah mau ngajarin aku matemtiaka” sambil tersenyum manis
“ia sama-sama Ka, makasih juga udah mau minjemin sepatu buat aku.” Kataku kepada dia.
*
Ketika aku sedang merebahkan badanku ke kasur, tiba-tiba seseorang masuk ke kamar tanpa aku sadari. Dia berkata sambil menghampiriku.
“yang tadi siapa neng??” Tanya bibi.
“eeh bibi, yang tadi sore itu temen aku bi, dia pindahan dari sekolah lain, emang kenapa bi?? Tumben bibi nanyain soal temen aku.” Jawabku.
Sebentar aku dan bibi lartu dalam keheningan, disini aku bingun dengan sikap bibi yang aneh setelah kedatangan Azka sore tadi.
“engga kok neng, bibi Cuma nanya aja. Dia itu sedang sakit yah neng??” Tanya bibi lagi dengan nada yang penuh penasaran.
Sedetail inikah pengetahuan bibi untuk mengenal Azka teman baru aku.
“sakit?? Perasaan aku dia baik-baik aja deh bi. Emang dia kayak yang pucet??” jawabku sambil menanyakan kembali.
“ooh, kok tadi dia makan obat ketika neng lagi ke kamar mandi banyak banget, bibi kira dia lagi minum vitamin kayak yang neng suka minum setiap hari” jawabnya.
Aku tidak memperdulikan bibi yang terus menanyakan tentang Azka. Tapi, setelah aku fikir-fikir ia juga yah, dia kan kayak yang sehat gitu tapi kok bisa makan obat yang banyak.
“ya udah neng cepet tidur udah malem” kata bibi sambil meninggalkan kamar tidurku.
Aku hanya memberikan senyuman seraya mengiyakan. Aku ingin tahu dengan apa yang terjadi sama Azka, kok dia bisa makan obat yang banyak/vitamin padahal keadaan fisiknya tadi biasa saja.
*
Ketika gue sampai di gerbang depan sekolah kali ini kawan-kawan gue belum nongol seperti biasanya. Gue melanjutkan perjalanan menuju kelas sambil menyanyi-nyanyi kecil.
“eeeh Yasmine, boleh engga nanti pulang sekolah aku minta diajarin matematika lagi, soalnya aku ada PR buat besok aku masih belum mengerti dengan cara untuk menyelesaikannya.” Tiba-tiba Azka mucul ketika gue mau ke kelas.
Gue belum jawab pertanyaaan dia, gue hanya memperhatikan gerak-gerik dia dan wajahnya, sekarang wajah dan keadaan dia masih sama kayak kemarin gak ada yang beda. Tapi kenapa ketika bibi bilang dia makan obat yang banyak gue jadi penasaran banget sama cowok satu ini.
“hello, lo Yasmine kan?? Kenapa lo kayak yang gak kenal sama aku??” dia mengagetkan aku.
“eeeh Azka, iaa gak papa ko, tapi nanti aku ada eskul dulu kalo bisa kamu duluan aja ke rumah aku.” Jawabku.
Dia hanya mengangguk dan berlari menuju toilet. Aku heran lagi dengan keadaan dia yang begitu mencurigakan.
*
Ketika pelajaran dimulai aku merasa pusing dan tak kuat untuk mengikuti lebih lanjut pelajaran fisika.
“Yasmine kamu tidak apa-apa??” Tanya pa Oman.
Aku hanya diam mengerang rasa pusing yang menyerang kepalaku ini.
“apa kamu mau ke UKS?? Tolong Caroline antarkan Yasmine!” perintah pa Oman kepada Yasmine yang duduk sebangku dengan Yasmine.
“ia pak kami siap untuk mengantar Yasmine!” sahut Adeline.
Pa Oman hanya menggeleng melihat kelakuan ketiga sahabtku itu.
*
“huh, kenapa yah gue harus diam di ruangan yang sumpek kayak gini.” Gumam Yasmine kepada tiga sahabatnya yang selalu ada dikala dia susah maupun senang.
“mungkin lo terlalu cape Je, jadi kayak gini deh. Emangnya lo suka makan/minum obat apaan kalo pusing kayak gini??” Tanya Adeline.
Yasmine hanya menggeleng karena setahu dia, kalo sakit tuh gak ada yang ngajak pergi ke dokter ataupun nyuruh minum obat.
“ya udah kamu diam aja di sini je, nanti pulang sekolah kita jemput aja. Soalnya sekarang kan bagian Fisika, aku belum ngerti sama materinya tapi kalo kamu butuh aku sama Angel dan Adeline mau kok diam di sini.” Sambil membenarkan kaca mata yang sudah menemani Caroline dari SD.
“gak usah Line, aku sendiri aja gak papa kok, kalian masuk aja ke kelas lagian sekarang pelajarannya susah kan?? Aku gak mau kalian ketinggalan materi, kan kalo kita di sini semua siapa yang tahu materinya.” Tolak Yasmine.
Mereka bertiga meninggalkan Yasmine yang sedang terbaring lemas di kasur UKS.
*
Gubrak!!!!!!
Yasmine terbangun dari tidurnya, dia kaget mendengar suara yang begitu keras terdengar dari pintu masuk UKS.
Sambil mengucek matanya dia melihat seorang laki-laki yang pingsan di depan pintu.
“Azka?!!” yasmine berlari mendekati Azka yang tebaring lemas.
Dia meminta pertolongan dengan berteriak-teriak. Kemudian penjaga sekolah dan guru yang mendengar teriakannya berlari menghampiri dia dan mengangkat Azka ke kasur UKS.
“apa yang terjadi Yasmine??” Tanya bu Puspa.
“saya gak tahu Bu, saya baru saja bangun istirahat di UKS, tiba-tiba ada suara yang sangat keras dan ternyata Azka pingsan.” Jelas Yasmine.
Keadaan di UKS panic, karena keluar darah dari hidung Azka.
*
“suer gue gak tahu kenapa dia pingsan gitu aja Line!!” ucap Yasmine kepada Adeline.
Mereka berempat kebingungan dengan keadaan Azka yang misterius itu, Yasmine pernah bercerita kalo dia pernah makan obat yang banyak dan sekarang dia mimisan hingga jatuh pingsan.
“mungkin dia sakit kali??” tebak Caroline.
“hmm, ia juga Je, dia sedang sakit gak waktu kamu ngajarin matematika??” sela Angel yang jalan lebih dulu dari mereka.
Yasmine terdiam sejenak mendengar pembicaraan teman-temannya itu.
“aku belum sempat menanyakan hal itu kepada dia, karena aku rasa dia baik-baik aja.” Jelas Yasmine.
Akhirnya jemputan Yasmine udah ada di depan gerbang, mereka berempat langsung naik.
*
Sampainya di rumah Yasmine kebingungan harus bagaimana dia menghuungi Azka. Sedangkan dia tidak tahu no Hp, dan alamat rumahnya.
Makasih yah kamu udah nolong aku tadiJ
Hp Yasmine bergetar, dan ternyata no asing yang sms dia.
Sebenarnya Yasmine tidak ingin membalas SMS yang gak dikenal, tapi dia yakin kalau itu Azka.
Tidak ada balasan setelah Yasmine balas SMS yang dia kirim untuk menyampaikan rasa terima kasih yang tak tahu untuk apa.
*
Kriiiiiing!!!!!!
Bel masuk udah dimulai, Yasmine, Adeline, dan Caroline berlari masuk ke kelas menyusul Angel yang sudah daritadi di dalam.
“lo udah nanya sama Azka??” Tanya Angel.
Yasmine hanya menggeleng, “belum, ah gak penting tau, toh dia bukan siapa-siapa gue.” Jawab Yasmine.
Emang bener juga sih dia bukan siapa-siapa Yasmine, tapi kenapa melihat keadaan Azka seperti itu ada rasa cemas.
“anak-anak, ibu ada kepentingan buat hari ini, kalian kerjakan soal yang ada di halaman 21, kerjakan dari no 1-10. Jangan membuat kegaduhan, dan setelah itu buku tugas kalian simpan di meja ibu!” sahut bu Puspa.
Sekarang bu Puspa gak masuk deh, tapi ngasih tugas doank, gumam Adeline.
“sekarang gue mau ke kelas Azka tolong yah Met, lo kerjain tugas itu!” sahut Yasmine.
Dia pergi keluar bersama Caroline yang mempunyai tujuan untuk menemui Azka.
*
Sampainya di kelas Azka, Yasmine melihat kelas itu gak ada gurunya.
“eh Yon, Azka ada??” Tanya Yasmine kepada Dion teman sekalasnya Azka.
Dion menoleh “gak tahu, dia keluar daritadi.” Jawabnya.
Yasmine menunggu di balkon depan kelas Azka. Dia menunggu cukup lama, setalh itu terlihat azka brjalan sambil memsukkan sesuatu ke dalam sakunya.
“eh ada apa Yas??” Tanya Azka.
“engga kok Ka, gue mau nanya aja lo lagi sakit??” yasmine menanyakan keadaan kepada Azka.
“engg engga kok, ak aku baik baik aja J” jawab Azka sedikit gugup.
Yasmine hanya memberikan senyuman kepada Azka, tapi setelah itu Azka memegang kepalanya seakan menahan pusing yang selalu dirasakan Yasmine.
“kamu kenapa Ka??” caroline penasaran dengan gerak gerika Azka.
“engga kok Line, aku hanya pusing aja” jawab azka.
“pusing kenapa Ka??” yasmine merasa cemas.
Azka belum sempat menjawab pertanyaan Yasmine, kemudian keluar darah dari hidungnya.
“idung kamu berdarah Ka, kamu sakit yah??” yasmine begitu cemas.
Caroline hanya memperhatikan mereka berdua tanpa melakukan sesuatu untuk molong Azka.
“ooh ini biasa Yas, masalah laki-laki.” Jelas Azka meyakinkan.
“maksud kamu??” Tanya Yasmine.
“tadi aku udah berantem sama seseorang dan masuk BP, sekarang kepala aku pusing kena pukulan dia, dann hidung aku terasa sakit setelah dia mendorong aku ke tembok Yas, jadi kamu jangan khawatir ini cuma sedikitJ” jawab azka panjang lebar.
Yasmine hanya bengong mendengar penjelasan dari Azka, dia sedikit ilfeel.
“kamu kok berantem sih Ka?? Emang kenapa??”
“mm aku gak suka aja mantan aku pacaran sama musuhku Yas” jelas Azka yang bohong kepada Yasmine.
Yasmine menrik tangan Caroline dan berlari ke kelas.
*
“kamu baik-baik aja Ka??” Tanya Yasmine khawatir.
Azka berjalan pelan menuju kelasnya dengan tangan memegang kepalanya,
“agak mendingan sekarang Yas, makasih yah kamu udah perhatian sama aku J
Azka berjalan menuju kelasnya melewati Yasmine yang sedang beridiri di depan kelas yasmine. Carolien menghampiri dan menanyakan keadaan Azka.
“aku rasa dia menutupi sesuatu deh, kayaknya dia punya masalah dengan kesehatan badannya. Soalnya dulu bibi kamu pernah bilang kalo dia pernah makan obat yang banyak” jelas Caroline.
Yasmine hanya terdiam mendengar kata-kata Caroline, Adeline datang dan mengagetkan mereka berdua.
“hey!!!”
Yasmine tampak kaget dengan teriakan Adeline yang sangat keras.
“apa-apaan sih kamu Line, gak ada kerjaan banget :p” tegus Caroline”
“haha, kamu marah-marah terus,” Adeline meninggalkan mereka lagi.
Kini Yasmine berdiri sendiri di depan kelasnya, hatinya dipenuhi dengan Tanya mengenai Azka, rasanya Yasmine mengkhawatirkan keadaan Azka yang misterius itu.
*
Bel pulang sekolah bordering, semua siswa bersiap-siap untuk pulang. Kali ini Yasmine berniat untuk mengajak Azka pulang bareng, tapi dia ragu untuk ke kelasnya.
“Yas, lo mau pulang sama siapa??” Tanya Angel.
“kayaknya sendiri lagi deh Ngel, kamu dijemput yah??” jawab Yasmine.
“iyaa, kamu ikut aku aja Yas, bareng pulangnya sama Caroline & Adeline” ajak Angel.
Dia berfikir agak lama, seperti orang yang kebingungan.
“nggak deh Ngel, aku ada perlu sama tim basket nanti nunggunya kelamaan biar aku naik taksi aja J” jelas Yasmine.
“ooh ya udah hati-hati aja di jalan yah Yas, aku pulang dulu. Bye”.
Mereka bertiga meninggalkan Yasmine di kelas, yasmine pun memutuskan untuk menemui azka di kelasnya.
Dia berjalan pelan, melewati kelas kelas lain dengan hati tak karuan.
“Azka ada??” Tanya Yasmine kepada teman sekelas cewek Azka.
Dia menengok dan menjawab “kayaknya dia udah nggak ada, tadi aku lihat dia udah keluar kelas J” jawab perempuan itu.
Kini, Yasmine pun merasakan perubahan yang ada pada diri azka, namun ia tak berani untuk menanyakan sesuatu kepada Azka, karena dia fikir dia ikut campur masalah pribadinya.
*
“hallo Ka, kamu udah pulang??” Yasmine menelpon ponsel azka.
Tapi terdengar suara perempuan paruh baya, “Azka sudah pulang dari tadi juga, dia sedang istirahat sekarang, maaf kamu siapanya Azka yah??” belum diketahui siapa penerima telponnya Yasmine terus menanyakan keadaan Azka.
“ooh iya deh Bu, saya titip salam aja buat Azka, selamat sore Bu J
Yasmine menutup telponnya, dia melettakn ponsel itu ke dalam tas.
Sudah sore gini, Yasmine masih ada di halaman sekolah, dia belum pulang ke rumah.
Ponsel dia bergetar tanda ada SMS masuk, dan ternyata dari mamahnya.
Kamu belum pulang sekolah sayang??
Emang ada acara apalagi, tadi mamah lihat teman-teman kamu udah pada pulang.
Yasmine tidak membalas SMS mamahnya, dia meletakkan kembali ponselnya. Yasmine berjalan ke depan gerbang sekolah, tetapi ada seseorang yang memenaggilnya.
“yasmine!!” teriak seorang laki-laki.
Yasmine menoleh dan terkejut, “Azka! Ngapain kamu di sini, katanya kamu udah pulang??”
“aku tadi terbagun ketika kamu telpon, dan aku ke rumah kamu ternyata kamu belum pulang ke rumah aku khawatir sama keadaan kamu”
Yasmine tersanjung mendengar penjelasan Azka yang khawatir dengan keadaannya.
“aku lagi banyak fikiran ka, jadi aku mau sendiri dulu” jelasnya.
“emang kamu punya masalah apa?? Kali aja kau bisa bantu!” tawar Azka.
Yasmine tidak mau mengatakan permasalahan dirinya kepada Azka karena masalah itu ada sangkut pautnya dengan diri Azka.
“nggak kok Ka, aku udah bisa nenangin diri aku J, kamu mau pulang sekarang?” Yasmine mengalihkan pembicaraan.
“bagus kalo gitu Yas, aku sedikit lega. Ooh, iyah aku mau nganter kamu pulang supaya selamat sampai rumah, bolehkan??” tawar Azka lagi.
Yasmine tak terlalu berfikir panjangm, dia mengangguk dan berjalan di depan Azka.
*
Kali ini hati Yasmine dipenuhi dengan bayangan Azka, apakah Yasmine sedang jatuh cinta??
Rasanya gak mungkin, baru kali ini dia seperti itu kepada laki-laki. Yasmine mencoba menstabilkan detak jantungnya yang berdebar lebih kencang setiap di dekat Azka.